Tim Sar Gabungan Evakuasi Korban Jatuh Ke Jurang Gua Walet Gunung Ciremai


Pengarahan Kabasarnas dalam Rangkaian Peresmian Pos Tasikmalaya


Tasikmalaya – Selasa (17/4) Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI M. Syaugi, S.Sos., M.M memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung di Hotel Santika Tasikmalaya. acara ini merupakan rangakaian dari kunjungan kerja Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan sebelum meresmikan Pos SAR Tasikmalaya di Kabupaten Tasikmalaya.

DSC_0665.JPG

Dalam pengarahannya, ada beberapa point penting yang disampaikan Kepala Basarnas kepada seluruh pegawai. Pertama adalah filosofi bekerja itu cepat dan benar, “Cepat benar bukan hanya benar tapi lambat itu normative, saya tidak suka yang normative, saya suka yang tidak normatife artiya yang baik, harus bias berinofasi seperti contoh RW siaga SAR yang sudah dilaukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung.” Kedua kita harus professional dalam melaksanakan semua tugas pokok kita, semua harus bekerja sama sesuai bidang tugasnya. Kepala kantor dan seluruh pegawainya harus bersinergi, atau kita bekerja sma dengan potensi SAR yang ada. Sinergitas , kerjasama, koordinasi itu diperlukan karena kita makhluk sosial yang saling membutuhkan.

Dalam melaksanakan seluruh tugas basarnas itu dilandaskan dengan hati, maka kita akan bangga menggunakan seragam orange kita. Tidak semua orang bias melaksanakan tugas memakai hati seperti apa yang telah kita laksanakan ini.

Dalam pengarahannya Kabasarnas juga menyampaikan jika bangsa kita ingin maju dan mengejar negara tetangga, kita harus berubah dan itu dimulai dari diri dimulai dari diri kita sendiri. Terakhir Kabasarnas mengharapka Kepala Kantor sebagai pemimpin harus bias menyelesaikan masalah di wilayahnya, pemimpi harusbisa memberikan keputusan. Karena pada pimpinan itu melekat kewenangan dan kekuasaan yang impleentasinya untuk mengambil keputusan.

DSC_0695.JPG

Beliau juga menceritakan filosofi tentang nelayan tuna yang mendapatkan hasil penjualan yang sedikit karena tuna tangkapn yang dismpan di kolam penampungan di kapalnya banyak yang mati setelah sampai di tempat pelelangan ikan, dan suatu hari dalam tangkapanya nelayan menangkap seekor hiu kecil dan menggabungakn hiu kecil tersebut satu kolam dengan ikan tuna yang ditagkap. Jauh dari perkiraan setelah mencapai tempat pelelangan ikan ternyata banyak tuna yang hidup dan membuat hasil penjualan si Nelayan meningkat.

Dari Filosofi ini Kabasarnas mengibaratkan Nelayan tuna itu adalah Institusi kita, sedangakan tuna itu adalah para pegawai, dan hiu kecil itu para pemimpin yang berada di Basarnas, tuna itu butuh dorongan atau gangguan kecil dari hiu kecil agar dia bergerak terus dan bertahan hidup dan akhirnya membuat si nelayan memiliki penghasilan yang meningkat. “Sama halnya dengan para pegawai yang harus dimotifasi bahkan diberikan teguran oleh pemimpinnya agar bisa berkembang, produktif dalam bekerja serta bergerak maju membangun Institusi kebanggan kita ini.” Tutup Syaugi.

DSC_0785.JPG

Akhir acara dilakukan sesi tanya jawab oleh Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dengan seluruh pegawai Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung. Dan penyerahan cinderamata.(bert)



Kategori General Artikel , General Berita .
Pengunggah : chandra
18 April 23:00 WIB