EMERGENCY CALL 115// IG : @BASARNAS_JABAR // WA : +62 813 16163355// Quick Response Search and Rescue Untuk Indonesia Maju


Tanah Longsor di Banjarnegara Jawa Tengah


        Dari lokasi tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Posko Badan SAR Nasional (Basarnas), Kantor SAR Semarang melaporkan hingga sore ini, Minggu (14/12), pukul 17.00 Tim rescue Basarnas dan Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 21 korban meninggal dunia. Jumlah keseluruhan korban tewas yang berhasil ditemukan hingga Minggu sore ini adalah berjumlah 39 orang. 18 korban tewas ditemukan hari sebelumnya.

        Kepala Kantor SAR Semarang selaku SAR Mission Coordinator (SMC) Agus Haryono mengatakan, Tim SAR gabungan yang dibagi menjadi 4 SRU/regu (SAR Rescue Unit) berhasil mengevakuasi 21 korban. Yang pertama, pencarian menemukan korban sepasang suami istri yang terjebak di dalam mobil. Proses evakuasi terkendala karena kedua korban terjepit di jok depan. Basarnas Special Grub (BSG) harus memotong kabin bagian atas pickup warna putih tersebut. Pemotongan dilakukan dengan menggunakan peralatan ekstrikasi. Sulitnya pengambilan korban hingga memakan waktu sampai 3 jam, baru kedua korban berhasil dievakuasi sekitar pada pukul 09.00.

Dititik lain, lanjut Agus, tim SAR gabungan berhasil menemukan 3 orang. Salah satu korban masih memegang stang sepeda motor dan tercepit di bawah mobil pickup warna biru. Korban laki laki yang diketahui seorang satpam itu berhasil dievakuasi setelah mengangkat mobil yang menjepitnya serta dengan menyemprotkan air ke tanah yang menimbunnya. “Tim SAR juga menemukan dua korban laki laki yang berada di sekitar mobil pickup tersebut. Proses evakuasi kedua korban tersebut tidak sulit karena cukup dengan menyemprotkan air kedalam timbunan tanah di sekitar mobil tersebut,” papar Agus yang memimpin pencarian langsung di lokasi longsor.

Sore harinya, kata Agus, pada pukul 15.15 kembali menemukan korban berjenis kelamin perempuan. Korban ditemukan terjepit mobil pickup warna merah. Proses evakuasi korban dilakukan dengan menyemprotkan air ke sekitar jasad korban. Menurut Agus pencarian hari ini sangat efektif, cuaca sangat mendukung, cerah, tidak hujan sehingga dapat melakukan pencarian tanpa kendala yang berarti.

Pencarian yang dilakukan oleh banyak orang, bahkan data menyebutkan jumlah relawan yang tergabung dalam tim SAR gabungan hingga mendekati angka 1000 orang. Dalam operasi SAR tanah longsor ini Basarnas melibatkan 4 Kantor SAR yakni, Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Yogyakarta,Kantor SAR Surabaya, Kantor SAR Bandung dan Basarnas Special Grub (BSG). Selain itu, relawan yang turut bergabung dengan Tim SAR gabungan terus bertambah. Berdasarkan data Posko Basarnas di lokasi bencana, Dusun Jemblung, Desa Sampang,Kecamatan Karangkobar ada 34 instansi dan organisai SAR. Adapun Tim SAR gabungan terdiri atas Basarnas, TNI, POLRI, BPBD, Tagana, PMI, Wanadri, relawan serta organisai SAR lainnya. Untuk sementara operasi SAR dihentikan pada pukul 17.30 dan akan dilanjutkan pada esuk hari.

Adapun 21 data korban yang berhasil ditemukan hari ini adalah Maryamah (37), Amin (33), Tursino (50), Tarwoto Bundar (50), Uripah (12), Sofan (18), Rebutuharsono (57), Tika Royani (18), Karyoto (50), Uut Sabar Fujiyanto, Burhan Bin Topari (28), Mulyono (25), Sulistyantoro Gemuruh (23), Salima (40), Fendi Budiyanto, Sefi Bin Hamin (15), Agus Bin Hadi (30), Mugianto Bin Kasman (12), Burhan Bin Miyarso (50), Mr X, Mr X balita.

Semantara itu menurut On Scane Comander (OSC), Koordinator Tim SAR gabungan Nyoto Purwanto mengatakan, proses evakuasi korban yang berada di dalam mobil memerlukan peralatan khusus dan tenaga rescuer yang benar benar mempunyai keahlian. “Ketika menamukan korban yang berada dibawah mobil, kita stabilkan dulu mobilnya kemudian baru kita ambil korbannya. Setelah itu kita lakukan penyemprotan air kepada tumpukan material di sekitar korban yang bertumpuk itu. Sedangkan evakuasi korban yang tertumpuk dan tertimpa mobil menggunakn ekstrikasi,” papar Nyoto.

Terkait dengan banyaknya minat relawan yang ingin bergabung melakukan pencarian, Nyoto Menghimbau supaya bekerja aman. Nyoto mengaku dari awal bahwa pada saat mengevakuasi medan khusus yang sulit, relawan harus mempunyai kualifikasi rescuer. Kalau memang dia belum mempunyai kualifikasi rescuer maka tidak diperkenankan melakukan pencarian di medan sulit itu, dikarenakan kondisinya sangat berbahaya. “Kami tidak mengharapkan nantinya akan berakibat buruk ketika temen-temen relawan yang tidak mempunyai kualifikasi tersebut memaksa terjun ke lokasi yang berbahaya itu,” pungkas Nyoto. (ris)  Pusdatin_Basarnas  



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
12 December 20:00 WIB