EMERGENCY CALL 115// IG : @BASARNAS_JABAR // WA : +62 813 16163355// Quick Response Search and Rescue Untuk Indonesia Maju


Temukan Sinyal Mara Bahaya Palsu, Kepala Basarnas Bandung:  Laporkan Aktivitas Beacon


 

Bandung, 05 Februari 2022- Tim Rescue melakukan pencarian dan pengecakan terhadap sinyal mara bahaya, Epirb user yang terpancar sejak Jumat (04/02) pukul 17.08 WIB hingga Sabtu (05/02) pukul 08.06 WIB di Wilayah Cirebon, hingga akhirnya pada Sabtu (05/02) pukul 09.30 WIB Tim rescue menemukan epirb tersebut di  seaman jaya maritim training center, tepatnya di Gebang Kulon Kec. Gebang Kab. Cirebon. Tim langsung mematikan epirb tersebut dan memberikan surat teguran kepada pihak pengelola serta memberikan edukasi agar senantiasa melaporkan aktivitas beacon.

Beacon adalah suar pemancar sinyal mara bahaya seperti perangkat elektronik yang diaktifkan pada saat situasi yang mengancam jiwa, agar petugas penyelamat dapat segera menemukan lokasi dan memberikan pertolongan. Ada 3 tipe jenis beacon yaitu EPIRB (Emergency  Position Indicating Radio  Beacon) yang digunakan  di kapal, ELT (Emergency Locator Transmitter) digunakan di pesawat terbang dan yang terakhir PLB (Personal Locator Beacon) yang digunakan perseorangan di lokasi terpencil. Sosialisasi terkait sistem deteksi dini ini untuk memberikan informasi kepada operator tentang pentingnya sistem deteksi dini milik Basarnas untuk menjalin kerja dan bersinergi dalam mengantisipasi adanya kesecelakaan dalam meminimalisirkan korban. 

Kantor SAR Bandung kerap kali menerima informasi sinyal mara bahaya yang terkoneksi langsung ke email resmi milik Kantor SAR Bandung khususnya sinyal mara bahaya EPIRB User atau yang digunakan di kapal. Sistem deteksi dini merupakan lokal user terminal (LUT) dapat memproses sinyal marabahaya dari radio beacon yang terdeteksi oleh satelit cospas-sarsat (Indonesia Leolut & Meolut) yang bertujuan memberikan informasi distress alert dan memebrikan data lokasi. 

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah mengajak pemilik angkutan laut khususnya di Jawa Barat agar secepatnya meregistrasikan EPIRB di setiap kapal yang bertujuan untuk mempercepat penanganan operasi pencarian dan pertolongan. Selain itu juga agar melaporkan aktivitas pada radio beacon jika sedang digunakan untuk latihan, perbaikan dan juga aktivitas lainnya sehingga tidak ada laporan sinyal mara bahaya palsu. Penyalahgunaan terhadap alat sistem deteksi dini dilarang sesuai dengan yang tertera pada UU No 29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan yang bunyinya "setiap orang dilarang menyalahgunakan alat komunikasi dan alat pemancar sinyal mara bahaya yang memberikan informasi kecelakaan, bencana dan kondisi membahayakan jiwa manusia". 

Adapun registrasi beacon bisa diakses melalui website basarnas
 https://basarnas.go.id/formulir-registrasi-beacon.



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Pengumuman .
Pengunggah : Bandungadmin
5 February 11:00 WIB