Basarnas bersama SAR Gabungan Evakuasi Korban Tenggelam di Sungai Cilamajang, Tasikmalaya



Tasikmalaya, 31 Maret 2026 — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap satu orang korban terseret arus di Sungai Cilamajang, Kabupaten Tasikmalaya, memasuki hari ketiga (H.3) dan resmi ditutup setelah korban berhasil ditemukan.

Korban diketahui bernama Eko Hari (25), laki-laki, yang sebelumnya dilaporkan terseret arus. Berdasarkan hasil operasi SAR, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Pada pelaksanaan operasi SAR hari ketiga, kegiatan diawali dengan briefing pada pukul 07.30 WIB yang dipimpin oleh koordinator lapangan. Briefing mencakup pengecekan kekuatan personel, penyampaian SOP, petunjuk kerja, serta pembagian tugas kepada seluruh tim SAR gabungan.

Selanjutnya pada pukul 08.00 WIB, tim SAR melaksanakan pencarian dengan metode penyisiran sungai menggunakan perahu rafting milik Basarnas, BPBD Kota Tasikmalaya, serta 3 unit riverboard dari titik Leuwi Budah hingga Sukaraja dengan jarak tempuh sekitar 10 kilometer.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana S.A.P., M.Si menyebutkan bahwa pada pukul 16.43 WIB, korban berhasil ditemukan sejauh kurang lebih 30 kilometer dari last known position (LKP). Proses evakuasi selesai dilaksanakan pada pukul 17.37 WIB, dan korban selanjutnya dibawa ke RSUD Sukarjo Kota Tasikmalaya untuk penanganan lebih lanjut serta menunggu proses identifikasi oleh tim INAFIS.Berdasarkan hasil pemeriksaan INAFIS pada pukul 20.15 WIB, korban yang ditemukan dinyatakan valid dan sesuai dengan identitas yang dilaporkan sebelumnya.

Dengan telah ditemukannya korban, pada pukul 20.25 WIB seluruh unsur SAR gabungan melaksanakan debriefing dan mengusulkan penutupan operasi SAR. Seluruh personel kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing. Dengan demikian, operasi SAR dinyatakan ditutup dan berjalan dengan aman serta lancar. Unsur SAR Gabungan yang terlibat terdiri dari Basarnas, BPBD Kota Tasikmalaya, serta unsur potensi SAR lainnya.

Sebelumnya pada Minggu (29/03) sekitar pukul 17.30 WIB korban dilaporkan terpeleset dan jatuh ke sungai Cilamajang yang pada saat itu kondisi debit air sungai sedang tinggi.