Satu Orang Nelayan Terjatuh dari Kapal di Perairan Cipalembuan, Korban Ditemukan Meninggal Dunia
Garut, 2 April 2026 — Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung melaporkan hasil pelaksanaan Operasi SAR hari kedua terhadap kejadian kecelakaan laut (man overboard) yang menimpa seorang nelayan di Perairan Cipalembuan, Kampung Cibalieur RT 01 RW 01, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. Korban diketahui atas nama Galih (25), seorang nelayan, yang dilaporkan terjatuh dari Kapal Nelayan AAL.
Informasi awal diterima Kantor SAR Bandung pada Rabu, 1 April 2026 pukul 12.46 WIB dari Satpolairud Polres Garut. Kejadian bermula pada Selasa, 31 Maret 2026 sekitar pukul 22.00 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi, Arif, saat sedang memasang jaring di Perairan Cipalembuan, perahunya ditabrak oleh perahu lain. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui perahu tersebut adalah milik korban (Kapal AAL) dalam kondisi tanpa awak.
Saksi kemudian mengevakuasi perahu ke Pelabuhan Cipunaga dan meminta bantuan nelayan sekitar untuk melakukan pencarian. Pada Rabu pagi, laporan resmi diterima oleh Satpolairud Polres Garut yang selanjutnya melakukan koordinasi dan pencarian di lokasi kejadian. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Bandung segera:
Berkoordinasi dan melakukan validasi data dengan Satpolairud Polres Garut
Memberangkatkan tim Rescue untuk melaksanakan asesmen serta operasi pencarian. Operasi SAR melibatkan unsur SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Satpolairud, serta nelayan setempat.
Pada hari kedua operasi, Kamis (02/04) Pukul 10.00 WIB, Tim SAR gabungan melaksanakan penyisiran menggunakan perahu nelayan, Pukul 12.08 WIB, korban berhasil ditemukan sejauh ±1,3 NM dari lokasi kejadian awal (LKP), dalam kondisi meninggal dunia, Selanjutnya korban dievakuasi oleh Tim SAR gabungan ke rumah duka. Pukul 14.00 WIB, setelah korban ditemukan, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan bahwa seluruh unsur SAR gabungan telah berupaya maksimal dalam proses pencarian korban.
“Korban berhasil ditemukan pada hari kedua operasi dalam kondisi meninggal dunia sejauh kurang lebih 1,3 mil laut dari lokasi kejadian awal. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat nelayan yang turut membantu proses pencarian,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, termasuk memastikan kelengkapan alat keselamatan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kecelakaan di laut.
Kantor SAR Bandung juga mengimbau kepada seluruh nelayan dan pengguna jasa laut untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan aspek keselamatan saat beraktivitas di laut.

