Kantor SAR Bandung Gelar Latihan SAR Gabungan Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Megathrust di Kab. Pangandaran
Pangandaran, 12 November 2024- Dalam rangka upaya pencegahan dan mitigasi, Basarnas Kantor SAR Bandung menggelar pembukaan Latihan SAR Gabungan Kesiapsiagaan menghadapi potensi bahaya Megathrust di Kab. Pangandaran. Tujuannya untuk memberikan edukasi SAR dan keselamatan serta menyiapkan masyarakat yang mampu melaksanakan evakuasi mandiri pada saat terjadi kondisi darurat. Pembukaan dan hari pertama pelaksanaan latihan SAR Gabungan dilaksanakan di Hotel Horison Palma, Pangandaran. Adapun kegiatan dibuka langsung oleh PJs Bupati Pangandaran, Drs. Benny Bachtiar M.Si dan dihadiri oleh tamu undangan dari berbagai instansi dan stakeholder terkait diantaranya Dandim 0625 Pangandaran, Kapolres Pangandaran, BPBD Pangandaran, Kasatpolairud Pangandaran serta instansi terkait lainnya. Kegiatan Latihan Gabungan diikuti oleh 31 peserta yang mewakili berbagai instansi dan organisasi Potensi SAR setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor SAR Bandung, Hery Marantika S.H.,M.Si berharap agar dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan seluruh pihak terkait dalam menghadapi ancaman Megathrust di wilayah Jawa Barat umumnya dan khususnya di Kab. Pangandaran, demi keselamatan dan keamanan seluruh lapisan masyarakat, selain itu beliau juga berharap melalui latihan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, untuk memperkecil resiko bagi masyarakat.
Hari pertama kegiatan diisi dengan materi terkait rencana kontijensi bencana tsunami Pangandaran oleh Kepala Pelaksana BPBD Pangandaran, dilanjutkan dengan materi prosedur pencarian dan pertolongan pada darurat tanggap bencana oleh Direktur latihan, Yakni Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Moch Adip S.E dan menutup kegiatan hari pertama dengan Table Top Exercise atau TTX oleh Direktur Latihan. Selanjutnya pada hari kedua yakni Rabu (13/11) akan dilaksanakan simulasi pelaksanaan tanggap darurat bencana dan evakuasi langsung di lapangan.