Satu Korban Tenggelam di Sungai Citanduy Ditemukan, Basarnas bersama SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian Satu Korban Lainnya

 

Banjar, 16 Maret 2026 — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung menerima laporan kejadian kondisi membahayakan manusia berupa dua orang anak yang terseret arus di Sungai Citanduy, tepatnya di Dusun Karangpucung Kulon, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat pada Minggu (15/3).

Informasi kejadian diterima Kantor SAR Bandung pada pukul 15.15 WIB, berdasarkan laporan awal, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat empat orang anak berada di lokasi sungai untuk berenang.

Menurut keterangan saksi di lokasi, peristiwa bermula ketika salah satu alas kaki milik mereka hanyut terbawa arus sungai. Dua orang anak, yakni Ayub (14) dan Ervan (14) kemudian berupaya mengambil sandal tersebut dengan turun ke sungai. Namun saat berada di aliran sungai, keduanya diduga terseret arus yang cukup kuat.

Rekan korban, Isan (13) sempat mencoba melakukan upaya penyelamatan darurat, namun karena arus sungai yang deras serta posisi korban yang sudah berada di luar jangkauan, upaya tersebut tidak berhasil. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwenang.

Dari informasi yang diterima, satu korban atas nama Ervan (14) telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) oleh warga sekitar. Sementara itu satu korban lainnya atas nama Ayub (14) masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana S.A.P.,M.Si menyebutkan bahwa Kantor SAR Bandung melalui Pos SAR Tasikmalaya segera memberangkatkan satu tim rescue menuju lokasi kejadian pada pukul 15.37 WIB untuk melaksanakan asesmen dan operasi pencarian.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap korban yang belum ditemukan dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Kantor SAR Bandung mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama saat kondisi arus cukup deras, guna menghindari kejadian serupa.